Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Masoud Pezeshkian, Presiden Republik Islam Iran, menegaskan bahwa ayat-ayat suci Al-Qur’an merupakan ajakan untuk melakukan perenungan batin yang dapat menerangi kehidupan dan perilaku manusia.
Hal tersebut disampaikan dalam pesan tertulis Presiden Pezeshkian yang dibacakan oleh Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam dalam acara penghormatan bagi para penghafal dan pelayan Al-Qur’an di Lembaga Mahd al-Qur’an, Kabupaten Kashmar.
Dalam pesannya, Presiden Iran ini menyebut bahwa pertemuan penuh berkah yang berlangsung di Kashmar—sebuah wilayah yang dikenal sebagai pusat ilmu, keutamaan, serta para ulama dan syuhada—merupakan momentum penting untuk kembali merenungi tanggung jawab besar yang dipikul umat dalam mengamalkan Al-Qur’an.
“Ayat-ayat Al-Qur’an bukan sekadar untuk dibaca, tetapi merupakan seruan untuk perenungan batin; sebuah sistem cahaya dan hikmah yang mampu menerangi kehidupan dan perilaku kita,” tegas Presiden Pezeshkian.
Ia menambahkan bahwa para penghafal dan pengajar Al-Qur’an memiliki peran yang sangat strategis dalam memindahkan cahaya Al-Qur’an dari lembaran mushaf ke dalam realitas kehidupan sosial, sehingga pengaruhnya nyata di tengah masyarakat.
Presiden Iran juga menekankan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar ajang seremonial, tetapi merupakan manifestasi tekad kolektif untuk merealisasikan kekuatan Al-Qur’an dalam kehidupan nyata.
Mengakhiri pesannya, Presiden Pezeshkian berharap agar majelis Qur’ani ini menjadi awal babak baru, di mana Al-Qur’an tidak hanya terdengar sebagai suara di telinga, tetapi menjadi kekuatan dalam perilaku, keputusan, dan struktur kehidupan masyarakat, hingga terbentuk tatanan sosial yang berkeadilan dan berlandaskan spiritualitas.
Your Comment